Fahri hamzah kriyik jokowi yang tak hadiri reuni alumni 212
Fahri Hamzah Kritik Jokowi yang Tak Hadiri Reuni Alumni 212
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah menyampaikan tanggapan terkait kasus dugaan korupsi Ketua DPR Setya Novanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/11/2017). Fahri menanggapi upaya penjemputan paksa Setya Novanto oleh KPK dan menyatakan bahwa ketua partai berlambang beringin tersebut masih berada di Jakarta.
Fahri yang diundang mewakili DPR mengatakan, Jokowi seharusnya hadir agar tidak menjadi preseden buruk.
"Jadi mungkin ini himbauan terakhir kepada Pak Jokowi bahwa dia harus menyatukan denyut dan iramanya dengan ulama dan umat Islam supaya dia tidak menjadi sesuatu yang dipandang oleh masyarakat memiliki masalah persoalan dengan umat," ucap Fahri kepada wartawan selepas berpidato.
(Baca juga : Amien Rais hingga Anies Baswedan Hadiri Reuni 212 di Monas)
Fahri menambahkan, Jokowi sudah sepatutnya datang dalam acara tersebut karena diundang. Ia mempertanyakan mengapa Jokowi kerap menghadiri acara yang diundang oleh puluhan orang, tetapi untuk kegiatan ini dia tidak datang.
Terlebih, lanjut Fahri, Jokowi juga merupakan alumni 212.
Fahri juga menilai Jokowi mesti berterima kasih kepada alumni 212 lainnya karena telah menjalankan aksi damai tahun lalu.
(Baca juga : Jokowi Resmikan 4 Venue Olahraga GBK Senayan)
"Kalau dia Presiden kita kan enggak perlu takut, datang dan ngomong begitu," jelas Fahri.
Sementara itu, ditemui dalam kesempatan yang sama, Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan, pihaknya telah mengundang Presiden Jokowi, tetapi yang bersangkutan tidak bisa hadir karena ada agenda lainnya.
"Ya sebenarnya kita undang beliau. Kan beliau alumni juga, turut hadir kemarin. Jadi semua alumni kita undang. Cuma karena beliau ada kesibukan jadi tidak hadir ya," pungkas Slamet.


Komentar